Mendukung anak untuk tumbuh dengan baik adalah salah satu kewajiban orang tua. Sebagai orang tua, rasanya pasti menyenangkan ketika melihat si kecil tumbuh dan berkembang dengan optimal. Salah satu peran penting Anda di masa pertumbuhan buah hati adalah memberi asupan nutrisi untuk tubuh yang cukup, serta selalu menjaga pertumbuhannya dari kendala seperti stunting.

Banyak yang mengira bahwa anak pendek adalah hal yang wajar, tetapi sebenarnya itu bisa menjadi salah satu gejala stunting. Sebagai orang tua, Anda harus memiliki wawasan seputar hal ini sehingga bisa melakukan upaya pencegahan.

Apa Saja Ciri-ciri Anak Mengalami Stunting?

Ada beberapa ciri yang menandakan si kecil mengalami stunting. Dengan mengetahui beberapa tanda ini, Anda bisa lebih waspada dalam merawat anak:

Stunting
  1. Perawakan pendek

Ciri pertama yang umum dialami oleh anak stunting adalah memiliki tubuh atau perawakan yang pendek. Ciri pertama ini benar-benar bisa Anda lihat karena dapat diamati secara langsung ketika si kecil sedang bersama anak-anak lain yang seusianya.

Hal yang perlu Anda perhatikan, tidak semua anak pendek berarti mengalami gejala ini. Tetapi perawakan pendek bisa menjadi salah satu ciri utama.

Jika selama ini Anda sudah berusaha memberikan asupan nutrisi yang cukup tetapi anak tetap pendek, bisa jadi itu bukan disebabkan oleh stunting.

2. Lebih Mudah Gemuk

Ciri berupa perawakan pendek saja tidak cukup, ciri lainnya adalah tubuh anak yang terlihat semakin gemuk. Tubuh anak stunting mengalami gangguan sistem endokrin sehingga mengganggu metabolisme pada tubuh. Hal ini menyebabkan kegemukan karena metabolisme yang terganggu.

3. Memiliki IQ Rendah

Ciri-ciri yang ketiga ini bisa dikatakan salah satu tanda yang paling meresahkan orang tua. Sebab kemampuan kognitif anak akan menurun dan IQ yang dimiliki tergolong rendah.

Contoh dari kemampuan kognitif yang menurun adalah ketidakmampuan anak mengucapkan kata meskipun usianya sudah memasuki 2 tahun. Perbedaannya bisa dikatakan cukup jauh jika dibandingkan anak lain.

4. Sistem Imun Menurun

Anak stunting memiliki sistem imun yang rendah sehingga mudah terserang sakit. Biasanya, anak yang mengalami gejala ini mudah sakit yang disebabkan oleh infeksi seperti demam, diare, muntah, dan lain-lain.

Membahas tentang ciri-ciri anak yang mengalami stunting, Anda juga harus tahu penyebab yang melatarbelakanginya. 

Beberapa penyebab terjadinya stunting antara lain:

  • Sanitasi buruk
  • Kekurangan layanan kesehatan untuk ibu hamil yang tengah sakit.
  • Infeksi berulang sejak bayi.
  • Pengetahuan ibu yang minim.

Pemberian air yang kurang bersih pada anak dapat menyebabkan si kecil mengalami stunting. Misalnya dengan penggunaan air kotor atau tidak adanya sarana MCK yang memadai.

Selain itu, calon ibu harus memiliki pengetahuan yang luas seputar pertumbuhan dan perkembangan bayi. Itulah kenapa ibu hamil tidak boleh tertekan atau sakit. Bahkan, bayi juga harus mendapatkan asupan yang penting sejak di dalam kandungan, supaya pertumbuhannya memang sudah baik sejak dini.

Ibu hamil juga harus menghindari alkohol, karena hal ini bisa memicu anak terlahir dengan kondisi sindrom alkohol janin (fetal alcohol syndrome).

Anda juga harus selalu menjaga kesehatan anak sejak kecil, supaya buah hati tidak mudah terserang penyakit yang bisa membuatnya kehilangan banyak energi.

Ciri-ciri dan penyebab stunting merupakan wawasan penting untuk calon ibu maupun ibu hamil. Dengan wawasan yang luas, Anda bisa membantu anak dengan memberikan penanganan sejak dini.\

Anda mungkin juga menyukai: