Mencari Kebutuhan Rumah Tangga

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

siapa sih orang di dunia ini yang tidak membutuhkan barang-barang keperluan rumah tangga, rasanya tidak mungkin. Disadari atau tidak, siapa pun orangnya pasti membutuhkan barang-barang keperluan rumah tangga dengan tujuan utamanya yaitu roda kehidupan terus konsisten berjalan. Terutama keluarga, keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat yang menjalankan manajemen rumah tangga sangat bergantung pada keberadaan barang-barang rumah tangga.

Oleh sebab itu, tidak aneh jika dari zaman dahulu hingga sekarang keberadaan benda-benda seperti deterjen, pasta gigi, sabun mandi, sampo, pembersih piring, piring, sendok, garpu, gelas dll sangat diminati oleh orang. Barang-barang tersebut tidak lekang oleh waktu dan tergerus roda jaman. Maka dari itu bisnis dalam benda-benda ini pun kian bermunculan baik itu di kota atau di desa.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari orang biasanya membeli barang-barang rumah tangga dengan cara berkunjung langsung seperti warung-warung di sekitar rumah, minimarket, supermarket bahkan pasar tradisional. Tempat-tempat tersebut merupakan destinasi jual beli utama bagi masyarakat. Ada berbagai cara yang dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, ada sebagian orang yang mencicil membeli barang-barang rumah tangga secara tidak sekaligus, namun ada pula orang yang membeli semua kebutuhan rumah tangganya untuk persediaan selama satu bulan.

Hal ini menjadikan barang-barang rumah tangga ini sebagai kebutuhan primer manusia. Suka atau tidak suka orang bisa dikategorikan orang kaya atau miskin karena barang belanjaanya. Semakin banyak barang-barang rumah tangga yang dibeli berarti prestise pun tampaknya semakin di atas angin. Mungkin itulah realitas yang terjadi di masyarakat yang tengah membudaya.

Ibu rumah tangga merupakan orang yang biasanya paling perhatian, teliti, dan cekatan dalam hal beli membeli barang kebutuhan rumah tangga, ia tidak segan untuk melakukan tawar menawar harga dengan penjual ketika di pasar, berkeliling kios dengan tujuan mendapatkan harga termurah bahkan menegur si penjual ketika harga yang ditawarkan terlalu tinggi. Hal tersebut wajar mengingat peran sang ibu yang vital sebagai manajer utama dalam mengatur dan mengelola rumah tangga tatkala sang suami mencari nafkah. Sikap kritis ini patut untuk dilakukan, namun alangkah baiknya sikap kritis ini dilakukan secara bijaksana dan jauh dari kata-kata yang tidak pantas.

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

About Author

Leave A Reply