Pernahkah Anda mengamati pola tingkah laku bayi ketika mereka menolak untuk makan? Ya, ketika bayi memasuki usia 6 bulan umumnya mereka sudah mulai diperkenalkan pada jenis makanan bertekstur seperti MPASI.

Pemberian MPASI pada anak disesuaikan dengan usia anak tersebut, terutama pada bayi. Saat pertama kali ini, bisanya bayi akan melakukan penolakan terhadap makanan tersebut dengan menunjukkan gerakan tutup mulut atau (GTM). Dengan memberikan MPASI yang sesuai dengan usia anak, maka hal tersebut dapat menurunkan resiko gerakan tutup mulut pada bayi Anda.

gerakan tutup mulut pada bayi
gerakan tutup mulut pada bayi

Pemberian MPASI dapat memperkecil resiko tergangunya pertumbuhan dan perkembangan bayi. MPASI juga menjadi alternatif pangan untuk bayi selain ASI karena dapat memenuhi nutrisi yang diperlukan untuk perkembangan anak. Tetapi kita tidak boleh sembarangan memberikan MPASI pada bayi, pasalnya pada usia bayi yang belum cukup mereka cenderung menolaknya.

Tekstur yang kurang lembut biasanya akan ditolak oleh bayi, sehingga diperlukan MPASI dengan tekstur yang cocok dengan usia si kecil. Maka dari itulah, mari kita simak beberapa tips mengatasi gerakan tutup mulut pada anak berikut! 

Berikut Tips Mengatasi Gerakan Tutup Mulut Pada Bayi

Jangan Memaksa Anak Untuk Makan

Cara mengatasi gerakan tutup mulut pada bayi yang pertama ialah dengan tidak memaksanya untuk makan makanan bertekstur. Jika hal tersebut tetap dilakukan, kemungkinan terjadinya trauma untuk makan akan meningkat. Anda dapat membiasakannya agar si kecil untuk makan secara bertahap dan dipenuhi kesabaran.

Pilih MPASI Yang Cocok Dengan Usia Bayi

Selain ASI, bayi juga dapat memperoleh nutrisi tambahan dari mengkonsumsi MPASI. Untuk itulah CERELAC Bubur Sereal hadir untuk menjadi MPASI yang cocok untuk dikonsumsi oleh bayi pada rentan usia 5-8 bulan. Selain itu, CERELAC Bubur Sereal juga kaya akan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi.

Itulah beberapa tips untuk mengatasi gerakan tutup mulut pada bayi yang perlu kamu ketahui. Dengan begitu kamu tidak perlu khawatir jika si kecil melakukan GMT lagi. Demikian, semoga bermanfaat!

Anda mungkin juga menyukai: